Eksploitasi Hutan (Studi Lapangan Hutan Cikole, Bandung)

Hutan Penelitian Cikole terletak di kampung Cikole, desa Cikole, kecamatan Lembang, kabupaten Bandung. Hutan ini dibangun pada tahun 1954 seluas 39,8ha oleh lembaga penelitian kehutanan (sekarang P3HKA) dikawasan hutan yang dikelola perum perhutani unit III Jawa Barat. Akses menuju lokasi penelitian dapat ditempuh dengan mudah karena aksesibilitas sangat tinggi dan dapat dijangkau oleh kendaraan umum, sekitar 40km dari kota Bandung ke arah utara. Hutan penelitian Cikole bertopografi bergelombang sampai berbukit dan terletak pada ketinggian 1350-1500m dari permukaan laut.

Tanah didaerah ini termasuk jenis andosol coklat, coklat tua sampai hitam yang tergolong muda, dengan bahan induk berasal dari gunung api dari tupa batu apung yang ringan. Maka dari itu lokasi ini sangat diminati oleh para pecinta motor cross.

Seperti kebanyakan hutan di Indonesia yang sering di eksploitasi dengan tidak bertanggung jawab, penebangan hutan sering kali terjadi bahkan pada hutan penelitian seperti hutan cikole sekalipun. Dihutan cikole penebangan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sering terjadi ini menyebabkan banyak kerugian karena banyaknya pohon yang ditebang berbagai efek pun terjadi seperti longsor dan banjir yang sering kali terjadi di daerah bandung kerusakan ekosistem yang berkelanjutan menyebabkan hewan-hewan disekitar hutan pun lambat laun hilang,inilah akibat dari penebangan liar tersebut.

Banyak terlihat pohon-pohon tumbang disekitar hutan penelitian ini dikarenakan penebangan liar dan pohonya tidak sempat diangkut akhirnya pohon-pohon tersebut bergeletakan, disinilah peran kita untuk melakukan reboisasi besar-besaran untuk mengganti pohon-pohon yang ditebang agar menjaga keseimbangan alam dan tidak terjadi bencana yang mengancam lebih banyak kerusakan alam kita.

Sebagai hutan penelitian yang berdekatan dengan tempat wisata gunung tangkuban perahu dan wisata outbond tentu saja banyak orang yang mengunjungi hutan penelitian ini juga secara tidak langsung, tidak sedikit orang yang mendirikan perkemahan dan menjadikan hutan penelitian ini sebagai track jalan motor cross otomatis sampah-sampah dari pengunjung-pengunjung tersebut banyak memenuhi lokasi hutan penelitian tidak sedikit orang membuang sampah di hutan ini seperti terlihat pada gambar sampah-sambah tersebar disetiap sudut hutan.

Banyak penyalahgunaan yang terjadi, yang seharusnya hutan dijaga kelestarianya disini hutan dijadikan jalan untuk berbagai event dan hiburan. Hutan-hutan disekitarnya akan semakin tergerus oleh tempat wisata alam yang tidak memikirkan kelestarian alamnya sendiri. Semakin lama hutan-hutanya akan semakin habis dan akhirnya hilang, faktor kesenangan manusia menjadi alasan utama kerusakan hutan.

Solusi;

•Pertama harus adanya kesadaran dari stiap orang yang mengunjungi tempat tersebut, menjaga dan melestarikan hutan dengan kesadaran bahwa hutan adalah paru-paru dunia yang harus dijaga.
•Kedua adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk lebih tegas pada oknum-oknum yang merusak kawasan hutan.
•Ketiga melarang secara tegas pada pengguna motor cross agar tidak melalui jalur hutan yang bisa merusak kelestarian hutan, dan membuat jalur khusus untuk motor cross yang tidak akan merusak hutan.
•Semua yang terjadi pada alam merupakan tanggung jawab manusia sebagai penghuni bumi, maka dari itu manusia harus benar-benar menjaga kelestarian alam sekitar kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s